25 November, 2008

rapuh..

Kularut luruh dalam keheningan hatimu
Jatuh bersama derasnya tetes air mata
Kau benamkan wajahmu yang berteduhkan duka
Melagukan kepedihan di dalam jiwamu

Tak pernah terpikirkan olehku
Untuk tinggalkan engkau seperti ini
Tak terbayangkan jika ku beranjak pergi
Betapa hancur dan harunya hidup

Sebenarnya ku tak ingin berada di sini
Di tempat jauh yang sepi memisahkan kita
Ku berharap semuanya pasti akan berbeda
Meski tak mungkin menumbuhkan jiwa itu lagi

by padi

18 November, 2008

berapa lagi..???

entah sudah berapa lama aku merasakan lagi kegelisahan2..
berapa banyak tenaga terbuang untuk merasa nyaman..
hening..
sepi..
senyaaapp..
tenang..
kalut dalam keramaian..
tenang dalam sepi..

14 November, 2008

sebuah cerita di selatan jakarta..

tak henti2nya aku selalu mengingat pelajaran yang harus dan mentah2 kuambil di setiap langkah di pagi hari...


dua hal yang bertolak belakang, kontras, dan sebetulnya tidak ada relevansi diantara keduanya, sesuatu hal yang hampir tidak termaknai oleh hati yang riang gembira..


pagi hari menjelang siang setiap hari ketika aku berangkat menuju harap..disebuah jalan raya yang terbagi menjadi dua bagian, sisi kanan dan sisi kiri.., dua hal tersebut adalah tempat pembuangan sampah dan tempat pemakaman umum (tidak menarik bagi beberapa orang, namun menarik buat aku..)..


disisi kiri jalan saat aku berjalan terlihat banyak para pekerja pemulung sampah bergulat dengan berbagai varian sampah, dari sampah kering hingga sampah basah yang apabila didekati baunya minta ampun.., aku membayangkan apabila aku ada di situ dan menggantikan pekerjaan mereka terus terang saja, aku tak sanggup...tiap pagi..tiap siang dan itu terjadi berulang2 entah hingga kapan para pekerja itu setia dengan pekerjaannya..


namun ada hal menarik yang bisa diambil dari fenomena tempat pembuangan sampah tersebut..etos kerja..ya!! etos kerja merekalah yang bisa diambil dan diselami, tak tampak guratan wajah capek dan lesu..murung, sedih, sakit, yang ada hanyalah senyuman yang tersungging di bibir mereka, yang ada hanyalah pikiran bagaimana aku bisa survive bersama keluargaku?..semangat yang berapi-api untuk menghadapi hidup yang keras..


masih ditempat yang sama di jalan yang sama namun ada di seberang tempat pembuangan sampah, terdapat bangunan pagar tembok mengelilingi sebuah pemakaman umum, tenang, sejuk, damai, dingin serasa tak terganggu oleh kebisingan dunia yang keras..


"hmmmm ya.."


dua hal yang berbeda, namun satu dalam arti..dimana kekuatan emosi pada diri manusia sedang dipertaruhkan..bertahan!!! atau mati!!!

13 November, 2008

indahnya terlelap..

seperti hari2 sebelumnya dan seperti kebiasaan2 sebelumnya, dibawah sadarku merasakan sepi namun indah, terbelenggu namun gembira..seperti memburu mimpi tanpa terkendali..


"aaaaaahhhhhh.., semalam aku terbangun"


terbangun untuk selalu berpikir, setengah sadar..sadar setengah namun aku masih ingat, bahwa aku masih ada di sebuah kamar yang kecil untuk melepas penat setelah seharian melakukan aktifitas..diam beberapa saat hingga mata terasa ringan untuk dibuka dan berkedip menyapa malam..1 kali 2 kali 3 kali 4 kali..hingga 10 kali (aku sempat menghitung karena aku sadar)..mataku berkedip dan berkedip lagi..


"huhhhhh...aku ngantuk bwanget.."


dalam sendiri dan dalam keadaan tersadar mencoba untuk mengingat2.., ingat..ingat..ingat.., akhirnya terkalahkan juga kekuatan mataku..masuk kedalam dunia yang saat aku tersadar tak bisa tertemukan..


lelap..lelap..lelap..

12 November, 2008

2 hal yang mengingatkan

pagi2 menjelang siang disaat beberapa orang sibuk dengan aktifitas masing2.., aku selalu berjalan melewati jalan itu, selalu dan selalu..


ada dua hal yang sangat kontras dan bahkan kalo aku bilang miris sekali untuk diingat2, sebuah tempat dimana beberapa orang mencoba untuk bertahan hidup..dimana harapan2 sederhana mereka tambatkan di tempat itu.., sesekali jalanku terhenti namun tak lama karena sesuatu itu sangat tidak mengenakkan di indera penciumanku..


berjajar rapi bak tentara mengadakan apel rutin di kesatuannya.., duduk2 di tepian jalan yang ramai lalu lintasnya dan tidak kenal belas kasihan, yang cepat dan kuat dialah yang menang.., kupandangi wajah mereka satu persatu, tak tampak wajah murung, sedih, putus asa, frustasi atau sifat2 buruk manusia lainnya.., yang ada hanyalah senyum..senyum, tertawa lebar bercanda dengan teman2 sesamanya..tak lupa di sela2 jari mereka terselip rokok favorit sebagai teman bercandaan mereka..


"huh..sial, kenapa orang2 itu bisa tersenyum senang?"...


disisi lain tetap di jalan yang sama ketika aku melaluinya setiap pagi.., kesejukan menaungi tempat itu.., tak ada aktifitas apapun berada di tempat itu.., tidak ada tampak persaingan ketat untuk bertahan hidup..kejar2an, saling sikut, hantam sana hantam sini.., semua itu tidak ada..semua itu di tempat ini hanyalah sebuah fatamorgana...tak teraih hingga sepi mengelilingi..namun sepi itu menemani..sepi itu sebuah kenyamanan dan kewajaran..


"uuuuuuuuuhhhhhhh...kesepian yang merajam ulu hati kembali membara..!!"...


dua hal yang sangat berbeda tetapi tetap mempunyai inti..tetap mempunyai arti .dengan penafsiran yang (entah) akan berbeda ataukah sama..